Konteks
...firman-Mu adalah kebenaran. (Yohanes 17:17)
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)
Tidak mudah menyatakan iman di tengah dunia yang semakin rumit dan semakin terasa sesak. Perubahan di segala lini kehidupan terjadi tiap saat. Hal ini membuat orang terus menerus diajak berfikir ulang mengenai peran dan keberadaannya di dunia ini. Banjir informasi dan juga pengetahuan membuat orang justru bingung dan kehilangan identitas. Orang merasa harus mendefinisikan diri kembali. Termasuk mendefinisikan iman kepada Yang Maha Kuasa. Iman kepada Tuhan dengan demikian menghadapi babakan dan tantangan baru dalam interpretasi dan prakteknya.
...firman-Mu adalah kebenaran. (Yohanes 17:17)
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)
Tidak mudah menyatakan iman di tengah dunia yang semakin rumit dan semakin terasa sesak. Perubahan di segala lini kehidupan terjadi tiap saat. Hal ini membuat orang terus menerus diajak berfikir ulang mengenai peran dan keberadaannya di dunia ini. Banjir informasi dan juga pengetahuan membuat orang justru bingung dan kehilangan identitas. Orang merasa harus mendefinisikan diri kembali. Termasuk mendefinisikan iman kepada Yang Maha Kuasa. Iman kepada Tuhan dengan demikian menghadapi babakan dan tantangan baru dalam interpretasi dan prakteknya.
Kondisi sosial budaya sekitar kita merupakan salah satu contoh tantangan nyata kerumitan hidup ini. Menyatakan kasih dengan tulus tidak semudah yang dipikirkan mengingat berbagai kompleksitas yang menyertainya. Kemiskinan dan masalah sosial makin
meningkat percepatan dan cakupan luasnya. Makin kompleks unsur-unsurnya. Bicara pengemis ternyata
tidak hanya bicara kurang makan, tapi juga bicara kemiskinan yang dirancang, penipuan dan konspirasi. Bicara petani bukan soal kurang kurang
pupuk saja tapi ternyata menyangkut pemanasan global.
Di tengah semua kerumitan tersebut, iman yang memberikan solusi dan berkontribusi pada perbaikan amat diperlukan. Iman yang menunjukkan jalan kebenaran dan hidup.
Tujuan
Ruang Untuk Berbagi mencoba
memberikan alternatif ruang untuk belajar bagaimana beriman dalam dunia yang
makin berubah dan kompleks ini. Ruang Untuk Berbagi mengajak setiap orang berhenti
sejenak memperbaiki sikap dan belajar menghadapi tantangan hidup dengan berpegang pada Yesus Kristus dan spiritualitas yang diajarkanNya.
No comments:
New comments are not allowed.